Selasa, 27 Maret 2012

Kenangan yang Menghangatkan Waktu

M. Fajroel Rachman
RAGUSA, SUATU SENJA

azan maghrib tertelungkup di pecahan batuan rel kereta
gambir-kota, rambut ikalnya melambai-lambai kepada
senja luka yang berlari tergesa-gesa meninggalkan
jakarta
"bukankah usia kita meleleh bagai likat coklat es krim
ragusa, lalu mengendap hitam dibusuk ciliwung," ujar
coklat daun angsana merebahkan kepala di lumpur ciliwung.
di tepi jaman yang pedih, nafas kita terengah menghirup
oksigen jatuh dari dedaunan letih, tanpa sempat bertanya
mengapa duduk sendirian di kursi rotan tua ragusa.
tangan berkerut cemas memaksa kisah cinta abadi
di pasar malam gambir 1913, sementara maut mengintip,
tak menegur, bersiul riang diriuh kereta tua gambir-kota.
harum garam laut jawa mengkristal di wajahmu, sabar
mencuci pori-pori mendingin pucat, mengabarkan
hangat cinta berkobar-kobar yang setia menunggu di
balik kabut

Jakarta (2009)

Dengan kata-kata, penyair bisa mengekalkan waktu atau setidaknya mengaktualkannya, seolah menjadi sesuatu yang baru saja lewat.
Termasuk dalam hal ini, M. Fajroel Rahman yang menuliskan puisinya berjudul "Ragusa, Suatu Senja". Siapa  sesungguhnya yang dimaksudkan dalam kisah cinta abadi di Pasar Malam Gambir 1913? Barangkali yang membaca sejarah tahu, sekiranya itu menyangkut seorang tokoh sejarah.

Rabu, 14 Maret 2012

Manusia dan Kesendiriannya

Hendro Siswanggono
KATAKANLAH

katakanlah sepimu, bumi akan menyanyikanmu
katakanlah mimpimu, bumi akan membujukmu
katakanlah rindumu, bumi akan menghiburmu
katakanlah dukamu, bumi akan diam mendengarmu

karangmenjangan, 1972


Namun juga tak bisa dipungkiri, manusia juga sering berada dalam situasi kesendiriannya. Tak ada teman, tak ada saudara, tak ada orang lain. Tak ada yang mau mengerti dirinya. Dan ia dalam kesendiriannya, kesepiannya, kesunyiannya.
Kita sering berada dalam situasi seperti itu. Bahkan, ketika kita sedang dalam keramaian, dalam banyak orang, dalam banyak sahabat. Mereka tak memahami apa yang kita inginkan, tak mengerti apa yang kita maksudkan. Pembicaraan tidak ketemu. Dan semuanya hanya kosong.

Selasa, 13 Maret 2012

Mengantar ke Gerbang Kehidupan

Jamal D. Rahman
SAMPAI DI SINI

mungkin terlalu lama aku mengantarmu
hingga jejak-jejak itu hilang kembali
sementara tikas yang kita cari telah
menjelma gelombang : mengantarkan
buih ke matahari, dan di sana
bersama buih itu ia kembali
ke lautan, danau, atau anak sungai

sampai di sini saja, awan juga tak selalu
diantarkan gelombang pada batu-batu

1990.

Sering kita bertanya, sanggupkah manusia hidup dalam kesendiriannya? Mandiri? Tanpa pertolongan orang lain?
Mungkin saja. Tanpa, kadang ada juga kenyataan, adanya orang yang punya ketergantungan pada lainnya. Entah karena ketidaktahuannya, atau ketidakberaniannya.
Untuk itu, sering kita dengar, hidup ini membutuhkan panduan, butuh ditemani, butuh diajari, butuh bimbingan, dan butuh pula diantar.
Atas alasan kasih-sayang, bahkan ada pengantar suka-rela yang terus menerus menemani dan mengantar, sampai ke akhir tujuan.

Kepada Kawan Baikku

Kawan, dengan uang engkau dapat membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli tidur nyenyak.
Kawan, dengan uang engkau dapat membeli sebuah jam, tapi tidak dapat membeli waktu.
Kawan, dengan uang engkau dapat membeli sebuah buku, tapi tidak dapat membeli pengetahuan.
Kawan, dengan uang engkau dapat membeli posisi bagus dalam pekerjaan, tapi tidak dapat membeli kehormatan.

Minggu, 11 Maret 2012

Isteri, Ketika Kita Melupakannya

Darmanto Jatman
ISTERI

                     Isteri mesti digemateni
                     Ia sumber berkah dan rezeki
                    (Towikromo, Tambran, Pundong, Bantul)

Isteri sangat penting untuk kita
Menyapu pekarangan 
Memasak di dapur
Mencuci di sumur
mengirim rantang di sawah
dan mengeroki kita kalau kita masuk angin
Ya. Isteri sangat penting untuk kita
Ia sisihan kita
kalau kita pergi ke kandang 
Ia tetimbangan kita
kalau kita menjual palawija
Ia teman belakang kita
kalau kita lapar dan mau makan
Ia sigaraning nyawa kita
kalau kita
Ia sakti kita!
Ah. Lihatlah. Ia menjadi sama penting dengan 
kerbau, luku, sawah, dan pohon kelapa
Ia kita cangkul malam hari dan tak pernah mengeluh walau capek
Ia selalu rapi menyimpan benih yang kita tanamkan
dengan rasa syukur,
tahu terima kasih dan meninggikan harkat kita sebagai laki-laki.
Ia selalu memelihara anak-anak kita dengan bersungguh-sungguh
seperti kita memelihara ayam, itik, kambing, atau jagung.
Ah, Ya. Isteri sangat penting bagi kita justru ketika kita
mulai melupakannya.
Seperti lidah ia di mulut kita
tak terasa
Seperti jantung ia di dada kita
tak teraba 
Ya, ya. Isteri sangat penting bagi kita justru ketika 
melupakannya.
Jadi, waspadalah!
Tetap, madep, manteb
Gemati, nastiti, ngati-ati
Supaya kita mandiri, perkasa, dan pintar ngatur hidup
Tak tergantung tengkulak, pak dukuh, bekel, atau lurah.
Seperti Subadra bagi Arjuna
makin jelita ia di antara maru-marunya;
Seperti Arimbi bagi Bima
Jadilah ia jelita ketika melahirkan jabang bayi Tetuka;
Seperti Sawitri bagi Setyawan
Ia memelihara nyawa kita dari malapetaka
Ah. Ah. Ah.
Alangkah pentingnya isteri ketika kita melupakannya
Hormatilah isterimu
Seperti kau menghormati Dewi Sri
Sumber Hidupmu
Makanlah
Karena demikianlah suratannya.

Puisi-puisi naratif Darmanto Jarman (kadang namanya ditulis juga Darmanto Yt, Darmanto Yatman), adalah puisi yang bisa membuai ketika dibaca. Ia bagaikan dongeng yang memukau, karena kekayaan ritme dari bahasa sang penyair. Dan Darmanto adalah seorang penyair yang sangat menguasai bahasanya.
Puisi berjudul "Isteri" ini, meski untuk para penggiat isyu-isyu gender tidak begitu menarik, namun ini sebuah pandangan yang juga mesti dihargai, karena demikianlah sudut pandang Towikromo, seorang petani Jawa di sudut Bantul yang tak jauh dari pantai Parangtritis.
Di dalam lelaki sukses, adalah isteri yang baik, isteri yang mengerti, istri yang berkorban, isteri yang mendorong, isteri yang memahami dan seterusnya. Apa yang terjadi dalam sebuah rumah, kesuksesan dan kebahagiaannya, adalah karena peran suami dan isteri. Bukan hanya sekedar salah satu pihak.

Jumat, 09 Maret 2012

Dongeng Dogol : Telat Satu Bulan

Barusan pulang dari Puskesmas, istri Susilo mendapat kabar gembira.Kata Bidan, ia hamil,Tapi biar surprise,istri Susilo berpesan pada suaminya,"Jangan diomongi siapa-siapa dl ya mas,takut gagal kan malu kita nanti."
"Tapi bidannya tahu to, kamu udah telat satu bulan ini?" Susilo tampak bahagia.
Eh, lagi asyik mereka berbincang soal kehamilan, petugas PLN datang.Tanpa ba-bi-bu seorang petugas PLN langsung mengetuk pintu.Istri Susilo menemui dan petugas PLN itu menyodorkan tagihan serta denda atas tunggakan listrik mereka sebulan lalu,"Nyonya terlambat satu bulan."

Rabu, 29 Februari 2012

Jika Cinta Kemudian Tinggal Kenangan Pahit

Timur Sinar Suprabana
DI MANA KINI AKU DI ENGKAU, KEKASIHKU?

cuaca tibatiba menua
padahal hari belum benar senja
bungabunga mendadak hilang warna
padahal hari masih penuh rona
di mana kini aku di engkau, kekasihku?
kucari aku di hampir tiap lubangpori badanmu
kucari aku di hampir tiap akarbulu tubuhmu
kucari aku di hampir tiap sel dalam dirimu
yang kusua melulu Sunyi hariku sendiri
dan di sela Senyap kulihat lenyap mengertap
di mana kini aku di engkau, kekasihku?
apakah aku telah kau tenggelamkan di umpluk bir
hitamku
apakah aku telah kau benamkan di abu cerutuku
apakah aku telah kau kelabukan di warna biru lukisanku
apakah aku telah kau larung demi agar hidupmu tak
murung
apakah aku telah sepenuhnya kau tenung mari di jantung
di mana Kini aku di engkau, kekasihku?
katakan padaku
biar aku ke Sana
agar kangen, kemesraan, cinta dan bahkan kehidupan
tak jadi siasia di dalam kefanaan
.....

21.34
28 12 2009
muntilan


Adakah cinta itu manis? Tanyakan kepada mereka yang putus cinta. Mungkin jawabnya, tak ada kepahitan yang melebihi kepahitan cinta.

Bagi yang mengalami manisnya cinta, sudah barang tentu sulit menjawab bahwa cinta itu sesuatu yang jahat, sesuatu yang membuat nelangsa, atau mungkin membuat kita tidak dapat tidur nyenyak hingga bahkan muntah darah.

Selasa, 28 Februari 2012

Dongeng Dogol : Demi Bangsa dan Negara

Alkisah, setelah rapat konsultasi antara DPR dan KPK, muncullah BBM dari ketua fraksi pada salah seorang anggota DPR, yang berasal dari Luar Jawa. Isinya, minta Apel Malang untuk donasi bencana alam di beberapa daerah di Indonesia Timur.

Sang Anggota DPR pun membalas, "Demi bangsa dan negara, saya pasti menyumbang!"

Kematian sebagai Tanda Kehidupan

Dorothea Rosa Herliany
NYANYIAN BUNGKAM

di dalam peti tak terdengar lagi
suara mengaduhmu
hanya tinggal ranjang
tanpa sepi
jendela tanpa rupa hari-hari
namun di luar tidur, perjalanan hampir
usai
mengekalkan sunyi

lalu dalam terjaga
ada dinding menyekat
mimpi kita
--pandanganmu berapa jauh
memisahkan rindu
dari kesendirian dunia

1987

Bagi seorang penyair, tema kematian adalah tema kehidupan. Dari peristiwa kematian itu, selalu saja bukan fakta kematian yang disodorkan, melainkan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan.
Karena dalam puisi, kematian bukanlah peristiwa semata, melainkan kematian ialah segugusan persoalan. Ia bukan akhir dari suatu persoalan, sebagaimana kita baca dalam novel atau cerpen, yang sering menaruh kematian di akhir cerita.

"BELAJAR DARI SERATUS PUISI DARI SERATUS PENYAIR"

Bukan buku tentang teori sastra, tapi mengajak kita belajar kebijaksanaan hidup dari puisi-puisi yang ditulis oleh penyair Indonesia. Mulai dari puisi karya R.A. Kartini, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Toeti Heraty Noerhadi, Joko Pinurba, Dorothea Rosa Herliany, Yvone de Fretes, dan angkatan fesbuker sekarang ini.

Buku ini diterbitkan secara indie, tidak dijual di toko buku umum, namun mempromosikannya lewat online, atau penjualan langsung, dan menyisihkan 10% dari hasil penjualan buku untuk membantu kegiatan sosial lembaga Jaya Anggada Foundations yang bergerak di bidang pendampingan anak-anak down-syndrome di Indonesia, khususnya Yogyakarta.

Buku berukuran 11 x 18 Cm., dengan tebal 320 halaman, ini dijual dengan harga Rp 50.000 per-eksemplar, sudah termasuk ongkos kirim di seluruh wilayah Indonesia.

Buku ini ditulis oleh Sunardian Wirodono dan diterbitkan oleh :
ChitChat Publisher Yogyakarta,
Jl. KRT Pringgodiningrat 40, Pangukan,  Tridadi,
Sleman, Yogyakarta 55511

Jika berminat, bisa sms/telp ke 087 888 624 921 atau
email ke : chitchatpublisher@ymail.com